Di Indonesia, sistem 'bon' atau utang belanja sudah menjadi bagian dari dinamika warung dan toko lingkungan. Namun, jika tidak dikelola dengan tegas dan rapi, piutang macet bisa membuat arus kas toko tercekik dan pemilik warung kehabisan modal kulakan.
1. Buat Kesepakatan Batas Waktu dan Nominal
Jangan biarkan pelanggan mengambil barang tanpa batas utang yang jelas. Tentukan batas maksimal, misalnya Rp 200.000 atau batas waktu maksimal tiap tanggal gajian.
2. Berikan Bukti Catatan yang Transparan
Sering kali perdebatan muncul karena pelanggan lupa pernah mengambil barang apa saja. Di Kasata, Anda bisa mencatat transaksi piutang atas nama pelanggan dan mencetak riwayat bon lengkap dengan tanggal dan item belanjaannya.
3. Kirim Pengingat Santun
Gunakan nada yang santun namun konsisten saat mengingatkan: 'Halo Bu Siti, ini rekap belanjaan minggu lalu ya Bu, barangkali mau sekalian dititipkan saat belanja sore ini.' Transparansi membuat pelanggan merasa dihargai, bukan dipojokkan.